Samstag, 12. Oktober 2013

Bahaya Pemikiran Islam Liberal by @mfatihkarim

sumber

 eng ing eng... here i come back :D enjoy reading

01. Wajar jika ada hastag #IndonesiaTanpaJIL mengingat mudharat besar yg dihasilkan kelompok ‘kaki-tangan’ barat ini cukup berbahaya

02. mulai dari membolehkan homoseksual, penolakan terhadap syariat Islam dan pembenaran untuk mengumbar aurat mereka dakwahkan

03. sampai ke penghalalan nikah beda agama, penghinaan terhadap kerasulan Muhammad SAW, gugatan atas keaslian Al-Qur’an mereka gencarkan

04. maka wajar ummat Islam menolak liberalisme,bagai menggunting dlm lipatan, mereka menamakan diri Islam padahal justru menikamnnya

05. ditilik dari segi sejarah, kemunculan kaum liberal (JIL) di indonesia sgt terkait dgn gerakan liberal di dunia Islam umumnya

06. pada abad ke17, saat Khilafah Utsmani sudah melemah, misionaris kristen mulai melaksanakan aksi mereka di beirut libanon lwt pendidikan

07. tugas mereka jelas, membuat kaum Muslim ragu dengan agamanya sendiri dan mempertanyakan keabsahan agama mereka

08.pada abad 18-19,seiring kebangkitan dunia barat krn meninggalkan kristen sbagai agama,masalah liberalisme kaum Muslim pun dimulai

09. beberapa tokoh barat bersepakat bahwa masuknya Napoleon ke Mesir pd 1798 adl inisiasi awal dari pemikiran liberal di dunia Islam

10.saat itu, ummat shock mnyaksikan kebangkitan barat& bersamaan dengannya melemahnya Khilafah Islam, dan mulai bertanya-tanya

11. “apa yang membuat barat bangkit?” dan “yang membuat Islam lemah?”, begitulah yang dipikirkan ilmuwan2 Islam saat saksikan majunya barat

12.“apakah kita lemah&barat kuat karena cara pikir barat lebih baik dari cara pikir kita?” begitulah syaitan menyusup lewat akal

13. maka saat itu pemikir2 Islam banyak merapat ke barat, membuka dialog, mengapa “barat maju sementara Islam melemah”

14. tanpa kaum Muslim sadari, melemahnya Khilafah saat itu sesungguhnya karena melemahnya pemikiran Islam, bukan karena Islam mlemah

15.saat itu bhs arab telah melemah penggunaannya, filsafat persia& yunani pun meracuni pemikiran, belum lagi ijtihad yg tak digalakkan

16. namun sebagaimana jebakan barat, kaum Muslim mulai diperkenalkan dgn cara pikir barat yg liberalis, anak kandung dari sekulerisme

17. yakni “memisahkan antara agama dan negara”, “menolak otorisasi kelompok tertentu menafsirkan dalil” itu kampanye barat pada Islam

18. barat via prancis, inggris& AS berusaha mengenalkan paham yg membangkitkan mereka pada kaum Muslim,yaitu “meninggalkan agama”

19.barat sangat sadar,adanya Khilafah menutup jalan bagi mereka utk menguasai Muslim, krn itu liberalisasi agama jadi jawaban

20.maka melalui upaya liberalisasi agama, barat berusaha menanamkan bahwa modernisasi adlh meninggalkan agama sbagai dasar pikir,kharusan

21. liberalisasi agama ini mendapatkan sambutan, khususnya dari misionaris kristen&cendekiawan Islam yg disekolahkan keluar negeri

22.generasi awal (1830-1870) liberalis tmsk Rifa’ah Rafi Al-Tahtawi, menimba liberalism di Prancis&membawa pendidikan sekuler ke Mesir

23. pula tokoh kristen Butrus al-Bustani yg menyebarkan pemikiran cabang liberalisme yaitu nasionalisme arab, utk memisahkan dr Khilafah

24. generasi kedua (1870 – 1900) dari mereka lebih berani, kali ini kaum liberal menggugat bahwa Al-Qur’an&Islam adl agama bias gender

25. Maka muncullah perusak Islam lainnya, liberalis generasi kedua yaitu Muhammad Abduh&Jamaluddin al-Afghani guru-murid pengusung liberal

26. banyak ummat Muslim menyangka mrk adalah ulama pembaharu Islam, pada hakikatnya mereka ini adalah pengkhianat yg menjual Islam

27. khusus Jamaluddin ini, Khalifah Abdul Hamid II dlm catatan hariannya pernah mengatakan dia layaknya “pelawak” kaki tangan Inggris

28. setelah pan-arabisme (nasionalisme arab) yg diusung Jamaluddin gagal, ia malah meminta lindungan pada tentara kafir, begitulah “pelawak”

29. gerakan liberalisme generasi kedua ini tampil lebih vulgar, mulai mengusung pemakzulan Khilafah, sebagaimana diinginkan majikan baratnya

30. ide liberalisasi agama dalam bentuk penolakan terhadap syariat dalam format Khilafah ini mengkristalisasi pada generasi liberalis ketiga

31. generasi ketiga ini 1900 –1939, dgn tokohnya spt Muhammad Rasyid Ridha, Ali Abdur Raziq dan Thaha Husain

32 gugatan mrk terhadap Khilafah, juga dibarengi dgn meniupkan benih nasionalisme pada pemuda Arab, Turki, dan lainnya

33. Nasionalisme inilah kelak memberi ruh pd gerakan revolusi arab &gerakan turki muda, yg berujung pada runtuhnya Khilafah di 1924

34. Nah, generasi liberal ke3 inilah yg banyak direspons oleh dunia Islam, termasuk Indonesia yang terpengaruh dengan pemiran liberal

35. da’i liberal semacam Muhammad Arkoun, Nashr Hamid Abu Zaid, Rasyid Ridha dll, mulai mewarnai pemikir-pemikir Indonesia

36. adalah Muhammad Tahir Djalaluddin, murid Muhammad Abduh yg ‘berjasa’ menyebarkan liberalisme di nusantara dan ranah melayu

37. sesampai dari mesir, ia menyebarkan pemikiran Muhamamd Abduh dan Jamaluddin al-Afghani tentang liberalisme di majalah al-Imam

38. tema sentral majalah al-Imam ini adalah feminisme, kebebasan berpendapat (walau tak sesuai syariat) dan tema liberal yg lain

39. Pada 1970-an, gerakan liberal ini menemukan relungnya di sini lewat Nurcholish Majid, sesepuh liberal di Indonesia

40. Nurcholish Majid mewarisi liberalisme dari Fazlur Rahman, dosennya di Chicago yg mengusung tafsir ‘kontekstual’ bukan ‘tekstual

41. Tafsir kontekstual ini menyatakan bahwa dalil Qur’an bukan dilihat secara teks kata2, tapi maknanya (konteks) saja sudah cukup

42. Misal, menutup aurat maknanya adl menjaga kehormatan n melindungi diri, jadi bila sudah terhormat&terlindung, tak perlu tutup aurat!

43. Nurcholish misalnya menyatakan “Tiada tuhan (t kecil) kecuali Tuhan (T besar)” dan mengajarkan bahwa semua agama itu benar

44.juga ajarannya Islam Yes parpol Islam NO,juga ide nyeleneh lainnya berlabel intektual muslim

45. mereka miliki kesamaan, yaitu kekaguman atas Muhammad Abduh, Ali Abdur Raziq, Rasyid Ridha dan pemikir liberal lainnya

46. saat itu, tak ayal lagi, pemikiran liberal mulai menyusup pada cendekiawan NU dan Muhammadiyah, khususnya para santri muda mereka

47. maka pd 2001, digalang Ulil Abshar, Gonawan Moehammad dibentuklah JIL untuk satukan seluruh organisasi bernafas liberal di Indonesia

48.di situs http://t.co/G2SdUBWElG dinyatakan, lahirnya JIL sbagai respon atas bangkitnya “ekstremisme” &“fundamentalisme” agama di Indsia

49. intinya gerakan JIL adl membuat ummat berpaling dari Islam memanfaatkan isu “ekstremisme”, “fundamentalisme” n “radikalisme”#Istighfar.....,”

50.semestinya Selamatkan ummat “Dengan Syariah mereka malah Selamatkan ummat "Dari" syariah...naudzubillah min dzalik!

51. mereka menggugat Al-Qur’an&Rasul, menyalahkan ahli tafsir dan ulama terdahulu, serta menafsirkan ayat sebatas batok kepala mereka

53. Sumanto al-Qurthuby menulis “hakekat Al-Qur’an bukanlah ‘teks verbal’ yg 6666 ayat bikinan Utsman itu melainkan gumpalan2 gagasan.”

54.Luthfi Assyaukani “Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat/pengajian.Kalau di tempat umum ya mesti dibuka.#Istighfar.....,”

55. begitulah kerjaan mereka, selain itu mereka juga aktif mengadakan acara2 pemurtadan secara pemikiran, dan disokong dana barat

56. JIL juga merilis FLA (fikih lintas agama) yang membolehkan nikah beda agama, penghapusan nisbah warisan dan masa iddah ada pada laki2

57. mereka mengkampanyekan sekulerisme, pluralisme dan liberalisme (sepilis) sebagai tandingan ide syariat Islam dan Khilafah Islam

58. walau MUI telah mengharamkan sepilis kaum liberal ini, namun masyarakat tetap dijejali dengan ide ini, khususnya kaum awam

59. termasuk menyebar derivat sepilis seperti demokrasi yg mengambil hak Allah sebagai penentu halal dan haram&serahkan pd suara mayoritas

60. liberalis membeli acara2 tv dan artikel di koran dengan uang dari barat dan memaksa ide liberal bercokol di kepala generasi Muslim

61. tak hanya tulisan& radio, mereka jg merambah sinetron, dan film2 bioskop, seminar2 di kampus dan partai2 politik

62. org liberal merasa mereka keren ketika bisa kutip pendapat2 barat, tanpa sadar mereka cuma tugasnya membeo majikannya saja

63 menjual agama atas dalil modernisasi, kebablasan, itulah kaum liberal, yang terkadang juga gak konsisten sama pendapatnya sendiri

64. bilang semua agama sama2 benar, tapi disuruh pindah agama keluar Islam gak mau, gak konsisten toh? :D

65.ktnya semua agama sama, tapi mati masih mau dishalatin,kalo gtu ya dibakar aja trus debunya dibuang ke sungai gangga #konsintenlah :D

66. Betul ketika Hudzaifah meriwayatkan hadits Nabi bhw akan ada “da’i-da’i yg menyeru pada neraka jahannam, yg ikut mrk akan masuk neraka”

67. Nabi jelaskan bahwa da’i penyeru neraka ini “dari kaum yg kulitnya sama seperti kamu, dan berbicara dengan bahasa kalian

68. begitulah JIL, berkulit Islam dan berbahasa Al-Qur’an, namun yang diserukannya adalah menuju pintu neraka jahannam.. innalillahi..

69. konsisten sekuler, web mereka jelaskan dasar JIL poin f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan& politik

70. singkat cerita, sama seperti pendahulu2nya, sepertinya majikannya juga masih sama, JIL ingin menggagalkan penerapan syariat Islam

71. karena itulah kaum liberal dan JIL paling sewot bila ada kelompok yg menginginkan formalisasi syariat dalam negara dlm bentuk Khilafah

72. bila generasi liberal lalu memakzulkan Khilafah, maka peliharaan barat generasi baru ini menghalang-halangi kembalinya Khilafah Islam

73. subhanallah, terkadang Allah menguji kaum Muslim dengan musuh bersama, yang kita bersatu karenanya, menyadari pentingnya ukhuwah Islam

74. oleh karena itu, #IndonesiaTanpaJIL perlu digemakan, dan kita lanjutkan Indonesia Dengan perjuangan Syariah dan Khilafah”

Alhamdulillah Allahumma Balaghna Fashad ya Allah..Ya Allah Hamba tlh sampaikan saksikan Ya Allah....irhamna...Ya arhamanRahimiin..

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen