Kita Manusia ini, hidup di Dunia hanya sekali buat bertaruh. Sesudah Mati, akan mendapat kebahagiaankah atau kesengsaraan?
Lengah, kalau sampai terlanjur terus menerus lengah, tentu akan
Sengsara di Dunia dan Akhirat. Maka dari itu jangan sampai lengah dan
kita harus berhati-hati. Sedangkan Orang mencari kemuliaan di dunia
saja. Kalau hanya seenaknya tidak sungguh sungguh tidaklah akan
Berhasil. Lebih-lebih mencari keselamatan, kemuliaan akhirat. Kalau
hanya seenaknya sungguh tidak akan berhasil.
Mula-mula Agama
Islam itu cemerlang, kemudian makin Suram, tetapi sesungguhnya yang
suram itu adalah Manusianya, bukanlah Agama-Nya. Agama adalah bukan
barang yang kasar, yang harus dimasukkan ke dalam telinga, tetapi agama
Islam adalah agama fitrah (suci). Artinya ajaran yang mencocoki kesucian manusia. Sesungguhnya agama bukanlah agama lahir yang dapat di lihat.
Amal lahirnya itu adalah bekas dan daya dari ruh agama.
Kelak anak-anak kita akan tersebar bukan saja di seluruh Indonesia,
kemungkinan juga di seluruh Dunia. Dan bukan saja di butuhkan karena keahliannya atau untuk menuntut Ilmu Pengetahuan, tetapi juga karena hubungan pernikahan.
Menghayati Alqur'an dan Hadist itu dengan hati, Kadang orang itu terpeleset bukan karena ia bodoh, tapi karena ia
dikuasai Akalnya saja
Agama Islam itu adalah Agama Rahmatan lil alamin, Merahmati siapa yang bernaung dibawah-Nya.
Pemimpin yang baik di mata Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan keluarganya apalagi umatnya
Saya tidak menyederhanakan Islam, saya tidak melarang Tahlilan dan
Yasinan, tiap surah dalam Alqur'an ada bagiannya masing masing, tapi
tidak untuk dikultuskan,
kalau kita hanya membaca yasin terus menerus
ditambah sekaligus dengan upacara-upacara, saya khawatir akan
menyingkirkan makna surah-surah yang lainnya, dalam hal Tahlil,
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdzikir mengingat Asma Allah
SWT, tapi apakah Rasul menyuruh kita untuk melakukannya bersama sama?
Apalagi bersuara keras sampai mengganggu tetangga,
Kamu pelankan atau keraskan suaramu, sesungguhnya Allah SWT, Maha mengetahui segala isi hati manusia
**Admin :
“Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam doamu dan jgn pula
merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya” (QS. Al-Israa’ :
110). Dan yang dimaksud dgn ayat ini adalah doa”.
Agama Islam tertutup bagi orang islam itu sendiri,
Islam semakin jauh dari orang Islam itu sendiri, karena dipahami secara dangkal sumber dari Syaikh Muhammad Ab
Kalau kita tahu apa yang kita lakukan benar, kita tidak akan pernah belajar
“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan
kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang
dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar
radhiallahu ‘anhuma)
Kita boleh punya prinsip, asal jangan Fanatik, karena Fanatik itu ciri Orang Bodoh.
Sebagai orang Islam kita harus tunjukkan kalau kita bisa bekerjasama
pada siapapun, asal Lakum Diinukum Waliyadiin, bagi Mu Agama Mu, bagi Ku
Agama Ku
Hidup hidup kan lah Dakwah Agama Islam, asal jangan
mencari Hidup dari mendakwahkan agama kita Islam, luruskan niat Mu dalam
berdakwah, nasehat menasehati demi Kebenaran dan Kesabaran karena Allah
SWT untuk mendapatkan ridha-Nya, ini Penting
Saya tidak tahu
harus berbuat apa, bahkan saya tidak tahu apa yang harus saya katakan,
kalau tidak berkenan berkata, tidak perlu dipaksakan, sesama muslim kita
ini Bersaudara, sesama saudara Kita harus saling mengingatkan
Kadang manusia lebih memilih melindungi kewibawaanya, daripada bertanya
untuk apa sebenarnya kewibawaan yang dia punya itu bagi dirinya
Ketika kita memimpin orang lain, kita lupa bertanya, bahwa kita, apakah sudah mampu memimpin diri kita sendiri ???????
Setiap Manusia, mempunyai Hak untuk menjadi Benar, kebenaran ada
ditangan Allah SWT, Manusia seperti Kita hanya berusaha, Kita sama sama
belajar untuk menjadi yang terbaik di Mata Allah SWT, tidak hanya untuk
kepentingan Diri Sendiri, tapi untuk kepentingan Orang yang Banyak
Agama (Khususnya agama Islam) itu bukan rangkaian aturan-aturan yang
bisa dipermudah atau dipersulit,
Agama itu sebuah Proses,
seperti udara pagi yang kita hirup secara perlahan lahan ke tubuh kita, menyegarkan hati dan pikiran kita,
bayangkan yang kita hirup itu angin puting beliung, tubuh kita tidak hanya hancur, tapi terhempas, tak berdaya,
terbawa arus tak tentu arah,
lalu apakah kita rela, melihat umat kita berserakan dan lari menjauh dari agama Islam, hanya karena kita salah
memberikan pengertian?
Yang penting pikiran kita terbuka.
(KH.
Ahmad Dahlan, keturunan kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah
seorang yang terkemuka di antara Walisongo).
Semoga Bermanfaat.
N.b. : Ana mendapatkannya dari sumber di atas, dan sayangnya ana belum bisa mengklarifikasi sendiri apakah benar KH Ahmad Dahlan sendiri yang menyampaikan hal ini.
Jika terbukti salah tolong kabari ana secepatnya. Tapi setidaknya nasehat ini bermanfaat