Dari Abu Hurairah R.A. , Dari Nabi SAW, sabdanya :
"Sesungguhnya Imam (Pemimpin, Pembesar, atau Penguasa) itu bagaikan Perisai,
dimana orang berperang memakai perisai dan menjaga diri dengannya.
Jika Imam memerintahkan supaya Taqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla dan berlaku adil, dia mendapat pahala karenanya
dan jika dia memerintahkan selain itu, maka dia mendapat siksa".
(H.R. Muslim)
Dari Abdul Malih R.A. katanya :
'Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar ketika sakit. Kata Ma'qil kepada Ubaidullah,
"Aku hendak menyampaikan sebuah hadits kepadamu, seandainya aku tidak hampir mati, niscaya hadits ini belum akan kusampaikan kepadamu, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak seorang pun Amir (Pembesar, Penguasa, atau Pemimpin) yang menguasai atau memerintah kaum muslimin,
tetapi dia tidak berjuang dengan sungguh-sungguh dan tidak memberikan pengarahan untuk kemakmuran mereka,
niscaya Allah tidak membolehkannya masuk Surga bersama-sama dengan mereka".
(H.R. Muslim)
Dari kedua hadits diatas sudah jelas lah bahwa betapa pentingnya menjadi seorang Pemimpin yang amanat dan betapa beratnya amanat yang ditanggung yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak.
Lantas? Haruskah kita menghindar jadi pemimpin umat? Jangan salah! Kita wajib jadi pemimpin umat. Dimulai dari menjadi pemimpin untuk diri sendiri. Bukankah setiap orang adalah pemimpin untuk dirinya sendiri?
Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda :
“Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.Menjadi pemimpin untuk diri sendiri dimulai dari memimpin diri sendiri untuk membiasakan shalat 5 waktu di masjid [ khususnya buat laki-laki :) ] dan tepat waktu, tapi dicek dulu, selama ini shalat kita sudah khusyu' belum? kualitas nya bagaimana? Ini nih 4 tips shalat khusyu'
Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya.
Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya.
Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu.
Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia kan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya.
Ketahuilah, kamu semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya"
kalau masalah shalat udah? selanjutnya masalah2 lain yang menyangkut setiap kecil aspek kehidupan dalam diri kita. Dan kalau ana bahas disini insya Allah gak bakal selesai dan anta pasti capek bacanya hehe :D
Dan yang paling penting jangan lupa untuk selalu menasihati diri sendiri. Penting Loh!
browsing-browsing sendiri ya tapi ingat gak semua dari internet itu benar. Harus tetap di filter ya setiap info yang anta baca. Jangan mudah percaya dengan selain Al-Qur'an dan Sunnah!
Sayang banget ya... Padahal kalau para pemimpin itu tau, betapa tidak pentingnya 'sampah dunia' bila dibandingkan dengan akhirat.
Dari Mustaurid bin Syaddad RA., Ia berkata : Rasulullah SAW. bersabda :
" Perbandingan antara dunia dan akhirat tidak lain seperti seseorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke dalam laut. Silakan dia melihat seberapa banyak air yang menempel di jarinya saat dia mencabutnya dari laut".(H.R. Muslim)
Kebayang kan ? Betapa kontrasnya hari-hari kita di Oasis Persinggahan ini? Bila dibandingkan dengan Hari-Hari Akhirat yang sangat panjang?
Sayang sekali para pemimpin itu lebih memilih dunia dibandingkan akhirat, mereka tersilaukan oleh fatamorgana dunia, membiarkan diri mereka terjebak dalam gelimang harta dan kemewahan yang membuat mereka lalai terhadap kewajiban dan rakyatnya. Banyak orang merasa mampu menjadi pemimpin atau pejabat, padahal, tanggungjawab nya berat.
Tahukah anda sekalian? Bahwa golongan para Pemimpin yang Adil merupakan salahsatu golongan yang mendapat naungan dari Allah SWT di yaumil akhir kelak. Dimana pada HARI itu, tidak ada lagi naungan lain kecuali dari Allah SWT. Dan sungguh sayang, mereka mengabaikan peluang emas alias golden ticket mereka dalam mendapat naungan dari Allah Azza wa Jalla.
Semoga negeri ini dikembalikan keberkahannya, diberikan hidayah kepada para pemimpin dan pejabat yang masih bermewah-mewahan dan mengabaikan rakyatnya.
Semoga masyarakat Indonesia sadar bahwa mereka tidak tahu tentang akan hal ini, dan berusaha mencari tahu.
Entahlah mungkin ini hanya sekedar opini saja dari ana...
bitte korigieren mich, wenn ich falsch bin..... :)
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen