berikut ini saya ambil dari blog berikut :

Syekh Izuddin Ar Roshofi-rahimahullah-dalam bukunya yang berjudul “Jihadnya Orang Yang Tidak Hadir Dalam Jihad” menjelaskan betapa pentingnya bidang media dan komputer dalam jihad.
Dalam buku tersebut beliau mengatakan, ‘berusahalah
mempelajari tata cara proses komputer dan bagaimana cara menjaganya,
serta segala yang engkau mampu dari ilmu di bidang komputer. Dan
jadikanlah niatmu dalam hal itu adalah untuk jihad fisabilillah dan
membela agamanya. Pelajarilah segala yang berkaitan dengan situs–situs
internet dalam membuat web, membangun forum (situs) dan korespondensi
melalui e-mail. Begitu juga tata cara menghancurkan situs–situs yang
menyerang Islam,
dan hal–hal yang berkenaan dengan pembuatan film–film, bagaimana tata
cara menggunakan alat perekam gambar dan memproduksi film–film, hingga cara meng-upload (mengunggah) ke internet dan situs–situs jihad, mengcopy dalam bentuk lembaran–lembaran, cd, dan kaset–kaset. Bekerja dengan cara wajar dan ini adalah yang paling dibutuhkan oleh pasukan media para Mujahidin pada hari ini.
Tentara Garis Kedua Bagi Jihad
Hal
penting dalam buku karya Syekh Izuddin ini adalah penjelasan tentang
peran serta orang yang tidak hadir dalam jihad dalam membantu di garis
depan, khususnya dalam bidang media.
Syekh Izuddin menjelaskan, ‘Setelah
kita menyempurnakan latihan dan persiapan yang berkaitan dengan
mujahadatun nafs dan wilayah pengaruhnya (keluarga dan teman), maka
tibalah waktunya sekarang masuk ke dalam medan perang. Medan perang kali
ini tidak biasa sebagaimana perang–perang sebelumnya, jangan engkau
bayangkan terjadi baris pemisah antara dua pasukan. Perang hari ini
telah berkelompok–kelompok menjadi 3 dimensi saling menyerang dan tidak
ada batas akhirnya, dan barisan peperangan melawan musuh menjadi
beraneka ragam dan banyak sekali. Terkadang terjadi di medan perang di
atas tanah, dan terkadang terjadi di salah satu medan, dan terkadang
terjadi di salah satu saluran televisi, dan terkadang terjadi di
situs–situs internet.
Terkadang
terjadi pada sebuah buku, makalah atau saluran telepon dalam salah satu
acara televisi, dan semuanya mendapatkan pahala. Berdasarkan hal ini
maka sesungguhnya medan jihad hari ini menjadi dapat dipenuhi oleh
orang–orang yang dekat maupun yang jauh, bagi orang–orang yang tidak
dimudahkan baginya jalan masuk menuju medan jihad sebenarnya, atau
berhubungan dengan para pemimpin–pemimpin front yang telah membantu
beberapa orang tertentu tidak masuk ke medan perang dan mereka tetap di
luar sebagai pemasok logisitik. Maka wilayah batas negeri Islam (tsugur) menjadi banyak sekali. Tidak cukup hanya untuk memback up para pemanggul senjata, pembuat bom dan ranjau.
Jika para pemanggul senjata dan berperang dengan darahnya adalah Mujahidin
yang paling utama dan dia berada di garis depan di medan perang, maka
sesungguhnya garis depan ini memerlukan garis kedua agar ia terus
berjalan dan berkembang. Sangat membutuhkan orang yang memberikan
bantuannya dengan harta, kata–kata dan segala hal yang dapat
memperpanjang jihadnya dan menambah keteguhannya. Dan setiap orang yang
melakukan pekerjaan itu kita namakan dengan garis kedua bagi jihad.

Bagaimana Cara Untuk Berperan Serta?
Lalu apa saja peran dari garis kedua dan apa harapan kita agar kita dapat perbuat darinya? Syekh Izuddin menjelaskannya dengan gamblang. Beliau berkata, ‘Di garis kedua ini engkau bertanggungjawab untuk memenuhi apa saja yang dibutuhkan para Mujahidin, yang dapat memperpanjang keteguhan mereka dalam perang di garis depan (pertama).
Syekh Izuddin memberikan banyak contoh-contoh, diantaranya yang terkait bidang media adalah :
Membutuhkan orang–orang yang dapat membantu mereka (Mujahidin) dengan informasi-informasi tentang musuh mereka, bagaimana mereka bergerak, bagaimana mereka berpikir dan berencana.
Membutuhkan orang–orang yang menolong mereka dengan kata–kata, buku–buku, program–program, dan pena. Membutuhkan orang yang membantah pernyataan–pernyataan buruk yang mereka terima di berbagai sarana media massa.
Membutuhkan orang–orang yang menghubungi salah satu program atau berita TV, agar dapat membela para Mujahidin dengan kata–kata dan mencela para munafikin dan kaum kafir dengan kata–kata.
Membutuhkan
orang–orang yang menyampaikan suara mereka kepada dunia, hingga dunia
mendengar apa yang tidak disukai oleh musuh–musuh untuk mendengarnya.
Membutuhkan orang–orang yang menghembuskan isu–isu di barisan musuh dan menimbulkan perpecahan diantara mereka.
Membutuhkan orang–orang yang berdoa bagi mereka dengan kemenangan dan keteguhan di tengah malam sedangkan manusia tidur.
Dan masih banyak lagi yang lainnya. Jadi, maukah Antum sekalian berperan serta?
Tentang Jihad lebih dalam : Jihad?
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen